Kamis, 11 Desember 2014

Keindahan Negeriku :)

Keindahan Puncak Gunung Merbabu


Merbabu Mount (Nirma) Plasma Nusantara Doc
     Indonesia merupakan sebuah negara yang memiliki banyak kekayaan alam didalamnya. Jawa Tengah merupakan salah satu dari sekian banyak Provinsi di Indonesia yang memiliki beragam kekayaan alam dan kebudayaan. Salah satu daerah di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki kekayaan alam yang indah adalah Kabupaten Magelang. Kabupaten ini memiliki banyak destinasi pariwisata yang menarik minat para wisatawan asing maupun mancanegara. Sejarah dan budaya yang elok menjadi salah satu faktor yang mampu menjadikan kabupaten ini sebagai salah satu kabupaten yang diminati.
    Potensi keindahan alam yang dimiliki oleh Kabupaten Magelang dimanfaatkan warga dan pemerintah daerah Megelang sebagai sektor pendapatannya. Tidak sedikit kawasan-kawasan pariwisata di Kabupaten Magelang yang menyajikan pemandangan indah menyejukkan mata. Mulai pada tempat-tempat bersejarah, wisata alam hingga pada beragamnya wisata kuliner tersaji dengan lengkap dan rapi di kota ini. Kabupaten Magelang menyajikan beberapa destinasi wisata yang terkenal dan memiliki sejarah yang tinggi, seperti Candi Borobudur, yang juga termasuk dalam tujuh keajaiban dunia. Namun tidak hanya candi Borobudur saja yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, wisata alam lainnya pun tidak kalah daya tariknya.
      Magelang sendiri berasal dari kata tepung gelang, yang berarti mengepung rapat seperti gelang. Nama Magelang diberikan untuk mengenang Raja Jin Sonta yang dikepung di daerah ini oleh pasukan Mataram. Kabupaten Magelang berada sejumlah rangkaian pegunungan. Rangkaian pegunungan yang terdapat dikabupaten ini tentu saja mejadikan salah satu kekayaan alam yang sangat berharga bagi daerah Magelang. Letak kabupaten yang dikelilingi gunung menjadikan potensi alam yang dimiliki oleh Kabupaten Magelang menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan dan para pendaki gunung.
      Gunung merupakan sebuah karya Tuhan yang terbentuk melalui aktifitas alam, seperti gerakan tektonik lempengan, orogenik dan epeirogenik. Sehingga permukaan gunung menjadi permukaan bumi yang menjulang dan menonjol lebih tinggi di atas wilayah sekitarnya. Gunung lebih tinggi dan curam dari bukit, yang biasanya tinggi bukit adalah dibawah 2000 kaki. Gunung memiliki keindahan tersendiri dibandingkan dengan obyek wisata lain. Keindahan yang dimiliki oleh gunung inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi beberapa kalangan pendaki. Tekstur jalan yang sangat menarik membangkitkan adrenalin para pendaki untuk mencapai puncak tertinggi dari sebuah gunung.
     Rangkaian gunung yang menjulang tinggi, salah satunya dapat dinikmati oleh para pendaki adalah di Kabupaten Magelang ini. Kabupaten Magelang menjadi salah satu daerah yang menjadi sasaran bagi para pendaki untuk menikmati pemandangan yang eksotis. Di bagian barat perbatasan Magelang dengan Temanggung dan Kabupaten Wonosobo ini terdapat Gunung Sumbing yang memiliki ketinggian sekitar 3.371 mdpl. Gunung Sumbing ini tentunya tidak sendirian, Sumbing didampingi pula oleh sebuah gunung elok dan cantik bernama Gunung Sindoro. Di bagian barat daya terdapat rangkaian pegunungan Menoreh yang tengahnya dialiri kali progo yang indah hingga mengalir kearah selatan. Kemudian bagian timur perbatasan Kabupaten Magelang dengan Kabupaten Boyolali terdapat Gunung Merbabu yang memiliki ketinggian hingga 3.145 mdpl. Gunung Merbabu ini pula berdampingan dengan salah satu gunung yang terkenal dengan kearifan lokal nya, yaitu Gunung Merapi yang memiliki ketinggian sekitar 2.911 mdpl serta beberapa gunung lainnya.


     Merbabu merupakan gunung api aktif yang bertipe Strato  yang terletak secara geografis pada 7,5° LS dan 110,4° BT. Gunung ini pernah meletus pada tahun 1560 dan1797. Nama Merbabu berasal dari kata maharu atau meru yang berarti gunung dan abu yang berarti gunung yang berwarna abu-abu, karena pada saat meletus seluruh permukaan tanahnya tertutup oleh material abu vulkanik dan berwarna abu-abu.
     Dibalik Gunung  Merbabu yang memiliki ketinggian 10.630 kaki ini juga memiliki cerita rakyat didalamnya yaitu, tentang bagaimana asal mula nama Merbabu ini terbentuk. Menurut masyarakat, di bumi telah berdiri beberapa kerajaan yang saling melakukan peperangan. Salah satu kerajaannya adalah Mamenang, yang juga merupakan kerajaan pemenangnya. Kerajaan Mamenang berada di bawah pimpinan Maharaja Kusumawicitra. Sebelum Kerajaan Mamenang datang ke Pulau Jawa, Kerajaan Sumatri lebih dulu menempati daerah tersebut dan Ajisaka merupakan rajanya. Waktu itu Ajisaka telah memberikan nama-nama gunung di seluruh Jawa. Kemenangan dari Kerajaan Mamenang lah yang membuat Maharaja Kusumawicitra memiliki kekuasaan untuk dapat mengganti nama sesuai kebudayaan Mamenang. Oleh Maharaja Kusumawicitra, Gunung Candramuka diubah menjadi Gunung Merbabu, sama seperti nama yang dikenal sekarang ini.
    Gunung Merbabu merupakan salah satu gunung yang banyak digunakan untuk kegiatan pendakian. Medan yang terdapat pada Gunung Merbabu ini aman untuk pendaki, akan tetapi  potensi bahaya juga harus tetap diperhatikan oleh para pendaki yang akan naik Gunung Merbabu ini. Udara yang sangat dingin, kabut tebal, badai yang terkadang datang dengan tiba-tiba, hutan yang lebat namun homogen, serta keberadaan sumber air menjadi faktor penting untuk diperhatikan oleh para pendaki gunung. Terlebih gunung ini bukanlah gunung yang memiliki banyak tumbuhan untuk dapat dimakan atau survival apabila persediaan makanan para pendaki habis karena tersesat di gunung dan lain sebagainya.


     Gunung Merbabu memiliki beberapa puncak yang dikagumi oleh para pendaki. Puncak Gunung Merbabu berjumlah tujuh puncak, yang tentunya menawarkan pemandangan sangat indah pada masing-masing puncaknya. Puncak Watugubuk, Ondorante, Watutulis, Gegersapi dan Kentengsongo. Puncak yang paling tinggi Gunung Merbabu ini adalah Puncak Trianggulasi yang memiliki ketinggian 3.145 mdpl dan Puncak Syarif yang memiliki ketinggian tidak jauh berbeda, yaitu 3.119 mdpl. Pendaki diwajibkan membawa peta topografi untuk melihat pendaki berada dipuncak yang mana, karena gunung ini memiliki banyak puncak didalamnya. Gunung Merbabu juga memiliki beberapa kawah seperti kawah Kombang, Kendang, Sambernyowo, Rebab dan kawah Condrodimuko. Selain beberapa puncak dan kawah, Gunung Merbabu ini menjadi favorit para pendaki karena memiliki jalur pendakian yang beragam dengan berbagai tingkat kesulitan. Merbabu memiliki empat jalur pendakian resmi yang sangat umum dikalangan pendaki, yaitu Thekelan, Cuntel, Selo dan Wekas. Jalur Thekelan merupakan jalur yang paling tua di Gunung Merbabu, yang dikemudian disusul dengan adanya jalur-jalur baru seperti Cuntel, Selo dan juga Wekas. Walaupun Gunung ini memiliki banyak jalur pendakian dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda, nantinya para pendaki akan tetap sampai ke puncak tertinggi gunung ini dengan ketinggian 3145 mdpl.
     Jalur Selo merupakan jalur yang paling panjang untuk mendaki Gunung Merbabu. Jalur ini berbeda dengan jalur lainnya dimana jalur ini menyajikan pemandangan yang sangat luar biasa indah. Di jalur ini terdapat sabana yang cukup luas yakni sabana satu dan sabana  dua. Sabana yang membentang luas ini akan terlihat menakjubkan bila para pendaki ini melakukan kegiatan pendakian pada pagi hari. Terlebih terdapat hutan edelweiss dan juga bukit-bukit berbunga yang tentunya akan terlihat indah apabila sedang bermekaran. Jalur ini tidak menyajikan sumber mata air bagi para pendaki yang akan melakukan kegiatan pendakiannya. Maka dari itu para pendaki harus menyiapkan persediaan air yang cukup. Kabut dan badai juga terkadang mucul secara tiba-tiba dijalur pendakian ini, sehingga pendaki dilarang mendirikan tenda. Jalur selo merupakan jalur yang memiliki banyak jalan yang bercabang dan juga tidak terdapat arah penunjuk jalan yang dapat membingungkan para pendaki, akan tetapi hal ini bukanlah masalah bagi para pendaki gunung. Pendaki dapat mengikuti jalan yang sekiranya terlihat seperti jalur yang sering dilewati. Karena para penduduk yang berada di sekitar Selo pun terkadang naik ke gunung untuk mengambil rerumputan yang terdapat di jalur ini.
     Jalur Thekelan merupakan jalur tertua yang terdapat di basecamp Gunung Merbabu. Jalur ini dimulai dari Desa Thekelan dimana desa ini dijadikan basecamp oleh pendaki. Keunggulan yang dimiiki jalur ini adalah adanya pos yang dapat memberikan informasi ataupun berbagai bantuan yang nantinya diperlukan oleh para pendaki Merbabu. Pos ini dapat ditempuh dengan melewati bumi perkemahan Umbul Songo.
       Kemudian jalur selanjutnya adalah Wekas. Wekas merupakan desa terakhir menuju puncak yang memakan waktu kira-kira enam hingga tujuh jam. Jalur ini merupakan jalur yang tidak terlalu berbahaya untuk dijadikan kegiatan pendakian. Jalur Wekas akan dapat ditempuh dengan berjalan melewati jalan yang berbatu sekitar tiga kilometer untuk dapat sampai ke pos pendakian. Jalur ini sangatlah populer dikalangan pendaki karena pada jalur ini terdapat banyak sumber air.
      Jalur resmi terakhir yang dapat dilalui oleh pendaki adalah Cuntel. Jalur menuju desa Cuntel ini adalah dengan melewati jalan yang berbatu. Basecamp Cuntel terletak diarea perkampungan warga. Jalur pendakian Cuntel ini melewati perbukitan yang menanjak dan jalan setapak berupa tanah yang kering.


      Pendaki dapat memilih untuk melewati salah satu dari keempat jalur tersebut. Walaupun Gunung Merbabu ini memiliki banyak jalur untuk ditempuh, akan tetapi nantinya para pendaki akan tetap sampai pada puncak tertinggi Merbabu. Segala jalur dari berbagai penjuru nantinya akan bermuara pada sebuah tanjakan yang sangat terjal serta jurang di sisi kiri dan kanannya. Tanjakan ini dinamakan Jembatan Setan. Kemudian kita akan sampai di persimpangan, ke kiri menuju Puncak Syarif dan ke kanan menuju puncak Trianggulasi yang merupakan puncak tertinggi dari Merbabu. Puncak tertinggi Merbabu ini menyajikan pemandangan yang sangat luar biasa. Pendaki seolah-olah berada ditengah-tengah Jawa Tengah. Puncak ini menyajikan pemandangan Gunung Merapi yang selalu mengeluarkan asapnya setiap saat dan terasa sangat dekat sekali dengan Gunung Merbabu. Dari arah lainnya pendaki akan dapat melihat Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro yang saling berdampingan satu sama lain layaknya Gunung Merbabu dan Merapi. Pemandangan Gunung Andong dan Gunung Telomoyo akan sangat dekat sekali, karena letak kedua gunung yang sangat berdekatan dengan Gunung Merbabu. Dari sisi lain terlihat pula Gunung Ungaran yang terletak di daerah Semarang yang memang salah satu perbatasan Kabupaten Magelang. Berlari kearah timur juga terdapat pemandangan yang indah, dimana akan nampak kemegahan Gunung Lawu.
     Tidak mengherankan bila Gunung Merbabu menjadi salah satu gunung primadona bagi Kabupaten Magelang. Status sebagai kawasan Taman Nasional pun juga memberikan nilai tambah sebagai lokasi kunjungan yang wajib disambangi oleh para pendaki gunung. Akan tetapi gunung bukan hanya untuk dinikmati keindahan alamnya saja, melainkan juga harus dilestarikan keberadaannya. Dengan tidak membuang sampah sembarangan, menjaga ekosistem dan lingkungan akan membantu untuk kelestarian alam di Gunung Merbabu ini. Agar kelak nanti anak cucu kita dapat menikmati keindahan alam seperti yang dirasakan saat ini.
                                                                                                                                                     _nirma_






Tidak ada komentar:

Posting Komentar