Rabu, 07 Januari 2015

Paradigma Kritis dalam Film Wanita Berkalung Sorban

Terdapat teori dalam paradigma kritis yaitu teori feminisme dan analisis wacana, namun di disini saya akan menjelaskan dan menganalisis tentang teori feminisme.
Feminisme berdasar pada asumsi bahwa gender merupakan konstruksi sosial yang didominasi oleh pemahaman yang bias laki-laki dan menindas perempuan. Feminisme secara umum menantang pendapat masyarakat dan mencari alternatif pemahaman yang lebih membebaskan, yaitu pemahaman yang meletakkan wanita dan pria dalam posisi yang seimbang. Feminisme dapat diklasifikasi menjadi dua golongan, yaitu feminisme liberal dan feminisme radikal. Feminisme liberal lebih kepada paham paham demokrasi liberal, yaitu bahwa keadilan mencakup juga jaminan terhadap kesamaan hak bagi semua individu. Sedangkan feminisme radikal, lebih kepada melihat persoalan tidak sebatas pada hak yang bersifat publik. Oleh karena itu, jika feminisme liberal beranggapan bahwa masalah gender dapat diatasi dengan distribusi hak secara adil, maka bagi feminisme radikal hal ini tidak menyelesaikan persoalan.
Salah satu contoh film yang banyak sekali menggambarkan feminisme adalah Film “Perempuan Berkalung Sorban”. Film yang diangkat dari sebuah novel karya Abidah El khalieqy ini menceritakan tentang seorang gadis kecil bernama Anisa, ia hidup di lingkungan pesantren sebagai putri dari seorang kiyai. Anisa adalah anak yang lincah dan cerdas, namun posisinya sebagai perempuan menjadikannya tidak bebas berkreasi. Anisa selalu merasa keluarga serta adat ditempatnya tidak adil. Ia dilarang berkuda, berbicara saat makan, berpendapat, dan bergurau bersama, sementara kedua kakak laki-lakinya diizinkan. Ia juga harus rajin belajar dan bangun pagi, sementara kakaknya boleh bermalas-malasan sesuka hati, semua itu hanya karena ia seorang perempuan.
Anisa tidak pernah tinggal diam atas perlakuan itu, ia selalu berontak. Anisa mempunyai seorang saudara sekaligus sebagai satu-satunya sahabat yang selalu memahaminya, Lek Khudori, begitu panggil Anisa. Namun, kedekatan mereka harus terenggang ketika Khudori harus melanjutkan studinya ke Kairo, dan hanya suratlah penyambung bisu hubungan keduanya.
Setelah lulus sekolah dasar, Anisa dipaksa menikah dengan putra seorang kiyai, dialah Syamsudin. Syamsudin selalu melakukan kekerasan dalam rumah tangga, selalu membentak, memukul, memaksa, bahkan dalam berhubungan suami-istri Syamssudin sering meminta yang tidak wajar. Suatu ketika, Anisa didatangi seorang janda yang tengah hamil tua, dia mengaku bahwa anak tersebut adalah buah hatinya bersama Syamsudin. Kemudian Anisa harus bersedia dipoligami. Merasa senasib mendapat perlakuan kurang baik dari Syamsudin, Anisa dan mbak Kalsum, si istri muda, sepakat untuk saling bantu. Mbak Kalsum juga sering belajar mengaji pada Anisa.
Di sisi lain, kembalinya Khudori dari Kairo mengembalikan harapan Anisa untuk memerdekakan diri pula. Dengan ditemani Khudori, Anisa berani menceritakan semua kejadian yang ia alami selama berumah tangga dengan Syamsudin. Kemudian, keluarga Anisa melakukan musyawarah dengan keluarga Syamsudin untuk perceraian mereka. Perceraian itupun terjadi, Anisa merasa sangat lega. Namun, Anisa dan Khudori kembali resah ketika cinta mereka yang tumbuh seiring dengan berjalannya waktu itu tidak mendapat restu dari orang tua Anisa. Mereka kemudian melanjutkan hidup masing-masing sambil menunggu masa idah Anisa dan restu dari orang tuanya.
Anisa melanjutkan studinya, ia kuliah di Jogjakarta. Di sana ia mengikuti organisasi yang mengurusi hak-hak perempuan. Ia juga aktif dalam duni tulis-menulis. Di tengah-tengah kesibukan yang ia nikmati, Khudori kembali datang dan meminangnya. Kali ini Khudori sudah mendapat restu dari orang tua Nisa. Mereka pun menikah. Kehidupan rumah tangga mereka sangat damai. Khudori sering membantu Anisa menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Walaupun kadang terjadi masalah, keduanya bisa mengatasi itu dengan baik. Kebahagiaan mereka bertambah lengkap setelah cukup lama menunggu dengan sabar untuk mendaptkan momongan. Anisa melahirkan seorang bayi yang kemudian diberi nama Mahbub yang berarti cinta kasih.
Suatu hari Anisa dan khudori menghadiri sebuah undangan pernikahan teman lamanya di kampung kelahirannya. Di situ, mereka bertemu kembali dengan syamsudin. Dari matanya, nampak kebencian dan keirian Syamsudin pada Khudori. Kemudian Syamsudin meninggalkan tempat itu. Tak jauh dari pertemuan itu, Anisa mendapat kabar bahwa Khudori mengalami kecelakaan dan tidak dapat diselamatkan lagi. Tuduhan Anisa selalu mengarah pada satu nama: Syamsudin. Namun, bagaimanapun juga ia tak punya bukti yang nyata. Akhirnya ia harus menjalani hidup ini tanpa Khudori dan membesarkan Mahbub sendirian.
Dari cerita di atas, kajian ini menitikberatkan pada perspektif feminis tokoh utama dan penggambaran kehidupan pesantren yang terkandung dalam film perempuan berkalung sorban. Gerakan feminisme dalam film ini adalah keinginan Annisa untuk hidup lebih mandiri dan mensejajarkan dirinya dengan laki-laki. Annisa memberontak dengan ia mencoba berlatih menaiki kuda. Namun ibunya melarang Annisa untuk berlatih dan ayahnya sangat marah karena perbuatan Annisa. Ayahnya melarang Annisa berlatih karena ia adalah seorang perempuan. Didalam film ini juga ada adegan dimana Annisa terpilih menjadi ketua kelas dan mengalahkan teman laki-lakinya, namun hal ini dicegah oleh gurunya dengan tidak membolehkan Annisa menjadi ketua kelas, karenahanya laki-laki saja yang pantas untuk menjadi seorang pemimpin.
Didalam Film ini banyak sekali teori feminisme yang berperan didalamnya. Di dalam film ini juga memiliki pesan bahwa sebenarnya wanita tidak ada bedanya dengan laki-laki. Wanita tidak boleh tergantung dengan laki-laki dan tidak boleh lemah dari laki-laki.

Rabu, 17 Desember 2014



YOGYAKARTA NEGERI SERIBU KEINDAHAN

          Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan sebuah provinsi di Indonesia yang memiliki beragam kekayaan alam dan kebudayaan di dalamnya. Kekayaan alam dan budaya yang berada di kota Yogyakarta menjadi sebuah perpaduan unik yang memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan dalam negeri dan mancanegara. Yogyakarta ini memiliki catatan kunjungan terbanyak dari mancanegara maupun dari dalam negeri sendiri. Sehingga tidak mengherankan jika Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi kota yang terkenal dengan sebutan kota pariwisata.
       Potensi keindahan alam dan banyaknya kebudayaan di kawasan Yogyakarta ini dimanfaatkan oleh warga dan pemerintah Yogyakarta sebagai sektor pendapatannya. Tidak sedikit kawasan - kawasan pariwisata di Yogyakarta yang menyajikan pemandangan indah menyejukkan mata. Mulai pada tempat – tempat bersejarah, wisata alam hingga pada beragamnya wisata kuliner tersaji dengan lengkap dan rapi di kota ini.
         Provinsi tertua setelah Jawa Timur ini banyak menyimpan cerita – cerita bersejarah didalamnya. Tidak mengherankan bila Yogyakarta ini tidak hanya dijadikan sebagai tempat kunjungan wisata semata, melainkan dapat menjadi alternatif bagi para pelajar untuk memperluas wawasannya dengan mengunjungi tempat bersejarah di kota bersejarah ini.
      Kota Yogyakarta ini menyajikan beragam kawasan wisata yang tidak kalah indahnya dengan beberapa daerah di Indonesia lainnya. Pantai merupakan salah satu keindahan pariwisata yang populer di Yogyakarta. Kota yang istimewa ini memiliki banyak wisata pantai yang menakjubkan. Pantai yang beragam ini memiliki keindahannya masing – masing. Seperti Pantai Indrayanti, Pantai Sundak, Pantai Baron, Pantai Pok Tunggal, Pantai Kukup dan salah satu pantai yang terkenal di Yogyakarta adalah Pantai Parangtritis.
     Pantai Parangtritis merupakan kawasan wisata yang menyuguhkan indahnya matahari yang terbenam di ufuk barat. Pantai yang terletak disebelah selatan Kota Yogyakarta ini tidak hanya memiliki pemandangan yang indah saja. Banyak wahana – wahana yang disediakan oleh warga sekitar Parangtritis, diantaranya kita dapat menikmati wahana petualangan dengan All Terain Vechile atau orang biasa menyebutnya ATV. Disini kita dapat menguji adrenalin dengan memacu gas motor beroda empat untuk membawa kita melintasi gundukan pasir pantai. Walaupun tidak diperkenankan untuk berenang di bibir pantai parangtritis seperti pada pantai umumnya, namun hiburan yang disajikan di pantai ini sangat menarik dan patut untuk dicoba.
        Selepas menikmati kendahan Pantai Parangtritis, kita juga dapat mengunjungi candi – candi yang terletak di Kota ini. Kota Yogyakarta yang memiliki ribuan sejarah pada masa lampau ini, memiliki beberapa bangunan tua sebagai saksi sejarah Kota Yogyakarta. Salah satu bangunan tua yang ada hingga saat ini adalah bangunan Candi Prambanan.  Candi yang terletak sekitar 17 kilometer ini memiliki cerita sejarah yang menarik tentang kerajaan zaman dulu. Dimana ada seorang laki – laki bernama Bandung Bondowoso yang mencintai seorang putri cantik bernama Roro jonggrang. Namun Roro Jonggrang tidak menyukai, sehingga membuat persyaratan agar membuat 1000 candi dalam semalam. Namun, sang putri bertindak curang dengan membuat suasana menjadi seperti sudah pagi. Sehingga bangunan candi tersebut tidak sesuai dengan jumlah yang ditentukan. Maka dari itu Bandung Bondowoso mengutuk Putri menjadi bangunan candi yang keseribu.
         Candi prambanan yang memiliki sejarah tentang kekecewaan ini, juga memuat relief candi yang berkisah tentang Ramayana. Sehingga wisata candi ini tidak hanya memiliki manfaat sebagai wahana pariwisata saja, melainkan dapat di jadikan sebagai wahana alternatif untuk mengenal sejarah negerinya terutama sejarah di Kota Yogyakarta sendiri. Candi prambanan memiliki tiga candi utama ini juga menjajakan pemandangan yang indah disekitarnya, seperti taman candi yang menghampar luas disekeliling area candi.
        Selain bangunan candi yang penuh sejarah, Kota Yogyakarta juga mempunyai wisata alam yang indah berupa air terjun. Air terjun yang cukup terkenal di Kota ini bernama Air terjun Sri gethuk. Air tejun Sri Gethuk ini terletak diantara sungai Oya yang dikelilingi areal pesawahan yang hijau. Air terjun ini selalu mengalir tanpa mengenal musim. Gemuruh airnya menjadi pemecah keheningan di bumi Gunung kidul yang terkenal kering.
       Pemandangan yang eksotis layaknya berada di daerah Grand Canyon Arizona, tersaji di daerah Yogyakarta tepatnya di Kawasan wisata Gunung Kidul. Air terjun Sri Gethuk ini bagaikan Grand Canyon yang aliran sungainya membelah tebing – tebing tinggi dan tak pernah berhenti mengalir disetiap musimnya. Wisata alam ini menjadi spot wisata yang sangat disayangkan bila kita melewatkannya.
     Air Terjun Sri Gethuk sendiri menyimpan sejarah didalamnya. Asal muasal nama ini adalah tempat penyimpanan kethuk yang merupakan salah satu instrumen gamelan milik Jin Anngo Meduro. Sehingga air terjun ini dinamakan Air Terjun Sri Gethuk. Air terjun ini tidak hanya indah untuk dipandang oleh mata, melainkan dapat dinikmati dengan berenang di bawah air yang mengalir dari hulu ke hiir. Bebatuan yang indah di bawah air terjun ini membentuk seperti undak – undakan laksana tepian kolam yang mewah. Sehingga tidak mengherankan menjadi tempat yang menarik banyak para wisatawan untuk mencoba menyentuh dan menikmati kesegaran air terjun disini.
       Berangkat dari keindahan air terjun, kita dapat menyaksikan keindahan lainnya di Kota Gudeg ini. Untuk menikmati pesona alam di ujung utara Yogyakarta kita dapat berkunjung ke kawasan kaliurang. Udara yang sejuk dan pemandangan ala pegunungan terhampar di kawasan ini. Pemandangan lereng merapi ini menjadi keutamaan tersendiri bagi wisata alam di Kota Yogyakarata. Kita dapat melihat pemandangan Gunung Merapi dari jarak yang cukup dekat tanpa harus mendaki terlebih dahulu. Sehingga pesona gunung merapi yang terlukis indah mampu menarik minat para wisatawan dalam negeri maupun luar negeri untuk berkunjung.
     Tidak hanya lereng merapi saja yang menyuguhkan pemandangan indah bak surga. Namun terdapat pemandangan yang tak kalah indah di daerah selatan kota Yogyakarta. Gunung api purba yang terletak di Gunung kidul ini menyediakan pesona alam yang sangat menakjubkan. Walaupun jalan setapak yang dilewati cukup ekstream dan melelahkan, itu semua akan terbayarkan bila telah sampai ditempat tujuan. Kita dapat melihat sebagian daerah gunung kidul dari ketinggian puncak gunung purba.
     Gunung api purba ini juga tidak hanya memiliki pemandangan yang indah saja, melainkan terdapat mata air di dalamnya. Mata air gunung api purba ini sangat segar bila diminum seperti banyak mata air – mata air di daerah pegunungan. Selain itu tebing yang tertutup kabut tipis terhampar menghiasi sekeliling puncak gunung api purba. Sehingga rasa lelah yang ada akan terbayarkan bila telah sampai di puncak tertinggi gunung api purba ini.
       Selain wisata alam gunung, Kota Yogyakarta juga memiliki keindahan yang luar biasa dalam bentuk goa. Goa yang cukup terkenal di Kota pariwisata ini adalah goa pindul. Kita harus menyusuri sungai bawah tanah yang berada di mulut goa ini. Menyusuri aliran air sungai yang mengalir dimulut goa ini dengan berenang menggunakan pelampung. Tentu saja ini menjadi pemandangan yang memacu adrenalin dan sangat menyenangkan sekali.
        Di goa pindul ini juga dapat berenang dengan bebas sambil menikmati keindahannya di antara celah – celah cahaya dibagian lubang goa. Pengunjung dapat berenang dengan melompat bebas dari atas tebing – tebing goa. Air yang jernih dan tebing yang menjorok menjadi keindahan tersendiri bagi goa ini. Kita juga dapat meihat banyaknya kelelawar yang tidur bergelantungan diatas mulut – mulut goa Pindul.
      Tak kalah menariknya dengan wisata alam di Yogyakarta, wisata budaya juga mampu menarik para wisatawan yang ada di dalam negeri dan luar negeri. Kota yogyakarta ini terkenal dengan budayanya yang kental. Sehingga kota ini juga disebut sebagai kota budaya. Salah satu objek wisata budaya yang terdapat di kota ini adalah keraton Yogyakarta. Keraton yang terletak di alun – alun kota ini merupakan warisan budaya yang dimiliki oleh Kota Yogyakarta. Bangunannya memiliki arsitektur bak zaman kerajaan – kerajaan terdahulu. Istana sultan seperti kotak musik keemasan yang berisi perhiasan. Di dalam keraton terdapat patung – patung dan lukisan – lukisan yang menyiratkan kebudayaan yang kental dengan Kota Yogyakarta.

     Tempat – tempat wisata alam dan budaya yang terdapat di Yogyakarta ini amat sangat disayangkan bila kita lewati. Yogyakarta merupakan tempat yang sangat diminati para pengunjung baik pengunjung domestik maupun mancanegara. Sehingga sudah sepantasnya kita menjaga kelestarian alam dan budaya yang terdapat di Kota Yogyakarta. Agar pariwisata di kota ini dapat terjaga dengan baik dan nantinya akan lebih banyak orang yang datang ke kota yang memiliki seribu keindahan ini.

Kamis, 11 Desember 2014

Keindahan Negeriku :)

Keindahan Puncak Gunung Merbabu


Merbabu Mount (Nirma) Plasma Nusantara Doc
     Indonesia merupakan sebuah negara yang memiliki banyak kekayaan alam didalamnya. Jawa Tengah merupakan salah satu dari sekian banyak Provinsi di Indonesia yang memiliki beragam kekayaan alam dan kebudayaan. Salah satu daerah di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki kekayaan alam yang indah adalah Kabupaten Magelang. Kabupaten ini memiliki banyak destinasi pariwisata yang menarik minat para wisatawan asing maupun mancanegara. Sejarah dan budaya yang elok menjadi salah satu faktor yang mampu menjadikan kabupaten ini sebagai salah satu kabupaten yang diminati.
    Potensi keindahan alam yang dimiliki oleh Kabupaten Magelang dimanfaatkan warga dan pemerintah daerah Megelang sebagai sektor pendapatannya. Tidak sedikit kawasan-kawasan pariwisata di Kabupaten Magelang yang menyajikan pemandangan indah menyejukkan mata. Mulai pada tempat-tempat bersejarah, wisata alam hingga pada beragamnya wisata kuliner tersaji dengan lengkap dan rapi di kota ini. Kabupaten Magelang menyajikan beberapa destinasi wisata yang terkenal dan memiliki sejarah yang tinggi, seperti Candi Borobudur, yang juga termasuk dalam tujuh keajaiban dunia. Namun tidak hanya candi Borobudur saja yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, wisata alam lainnya pun tidak kalah daya tariknya.
      Magelang sendiri berasal dari kata tepung gelang, yang berarti mengepung rapat seperti gelang. Nama Magelang diberikan untuk mengenang Raja Jin Sonta yang dikepung di daerah ini oleh pasukan Mataram. Kabupaten Magelang berada sejumlah rangkaian pegunungan. Rangkaian pegunungan yang terdapat dikabupaten ini tentu saja mejadikan salah satu kekayaan alam yang sangat berharga bagi daerah Magelang. Letak kabupaten yang dikelilingi gunung menjadikan potensi alam yang dimiliki oleh Kabupaten Magelang menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan dan para pendaki gunung.
      Gunung merupakan sebuah karya Tuhan yang terbentuk melalui aktifitas alam, seperti gerakan tektonik lempengan, orogenik dan epeirogenik. Sehingga permukaan gunung menjadi permukaan bumi yang menjulang dan menonjol lebih tinggi di atas wilayah sekitarnya. Gunung lebih tinggi dan curam dari bukit, yang biasanya tinggi bukit adalah dibawah 2000 kaki. Gunung memiliki keindahan tersendiri dibandingkan dengan obyek wisata lain. Keindahan yang dimiliki oleh gunung inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi beberapa kalangan pendaki. Tekstur jalan yang sangat menarik membangkitkan adrenalin para pendaki untuk mencapai puncak tertinggi dari sebuah gunung.
     Rangkaian gunung yang menjulang tinggi, salah satunya dapat dinikmati oleh para pendaki adalah di Kabupaten Magelang ini. Kabupaten Magelang menjadi salah satu daerah yang menjadi sasaran bagi para pendaki untuk menikmati pemandangan yang eksotis. Di bagian barat perbatasan Magelang dengan Temanggung dan Kabupaten Wonosobo ini terdapat Gunung Sumbing yang memiliki ketinggian sekitar 3.371 mdpl. Gunung Sumbing ini tentunya tidak sendirian, Sumbing didampingi pula oleh sebuah gunung elok dan cantik bernama Gunung Sindoro. Di bagian barat daya terdapat rangkaian pegunungan Menoreh yang tengahnya dialiri kali progo yang indah hingga mengalir kearah selatan. Kemudian bagian timur perbatasan Kabupaten Magelang dengan Kabupaten Boyolali terdapat Gunung Merbabu yang memiliki ketinggian hingga 3.145 mdpl. Gunung Merbabu ini pula berdampingan dengan salah satu gunung yang terkenal dengan kearifan lokal nya, yaitu Gunung Merapi yang memiliki ketinggian sekitar 2.911 mdpl serta beberapa gunung lainnya.


     Merbabu merupakan gunung api aktif yang bertipe Strato  yang terletak secara geografis pada 7,5° LS dan 110,4° BT. Gunung ini pernah meletus pada tahun 1560 dan1797. Nama Merbabu berasal dari kata maharu atau meru yang berarti gunung dan abu yang berarti gunung yang berwarna abu-abu, karena pada saat meletus seluruh permukaan tanahnya tertutup oleh material abu vulkanik dan berwarna abu-abu.
     Dibalik Gunung  Merbabu yang memiliki ketinggian 10.630 kaki ini juga memiliki cerita rakyat didalamnya yaitu, tentang bagaimana asal mula nama Merbabu ini terbentuk. Menurut masyarakat, di bumi telah berdiri beberapa kerajaan yang saling melakukan peperangan. Salah satu kerajaannya adalah Mamenang, yang juga merupakan kerajaan pemenangnya. Kerajaan Mamenang berada di bawah pimpinan Maharaja Kusumawicitra. Sebelum Kerajaan Mamenang datang ke Pulau Jawa, Kerajaan Sumatri lebih dulu menempati daerah tersebut dan Ajisaka merupakan rajanya. Waktu itu Ajisaka telah memberikan nama-nama gunung di seluruh Jawa. Kemenangan dari Kerajaan Mamenang lah yang membuat Maharaja Kusumawicitra memiliki kekuasaan untuk dapat mengganti nama sesuai kebudayaan Mamenang. Oleh Maharaja Kusumawicitra, Gunung Candramuka diubah menjadi Gunung Merbabu, sama seperti nama yang dikenal sekarang ini.
    Gunung Merbabu merupakan salah satu gunung yang banyak digunakan untuk kegiatan pendakian. Medan yang terdapat pada Gunung Merbabu ini aman untuk pendaki, akan tetapi  potensi bahaya juga harus tetap diperhatikan oleh para pendaki yang akan naik Gunung Merbabu ini. Udara yang sangat dingin, kabut tebal, badai yang terkadang datang dengan tiba-tiba, hutan yang lebat namun homogen, serta keberadaan sumber air menjadi faktor penting untuk diperhatikan oleh para pendaki gunung. Terlebih gunung ini bukanlah gunung yang memiliki banyak tumbuhan untuk dapat dimakan atau survival apabila persediaan makanan para pendaki habis karena tersesat di gunung dan lain sebagainya.


     Gunung Merbabu memiliki beberapa puncak yang dikagumi oleh para pendaki. Puncak Gunung Merbabu berjumlah tujuh puncak, yang tentunya menawarkan pemandangan sangat indah pada masing-masing puncaknya. Puncak Watugubuk, Ondorante, Watutulis, Gegersapi dan Kentengsongo. Puncak yang paling tinggi Gunung Merbabu ini adalah Puncak Trianggulasi yang memiliki ketinggian 3.145 mdpl dan Puncak Syarif yang memiliki ketinggian tidak jauh berbeda, yaitu 3.119 mdpl. Pendaki diwajibkan membawa peta topografi untuk melihat pendaki berada dipuncak yang mana, karena gunung ini memiliki banyak puncak didalamnya. Gunung Merbabu juga memiliki beberapa kawah seperti kawah Kombang, Kendang, Sambernyowo, Rebab dan kawah Condrodimuko. Selain beberapa puncak dan kawah, Gunung Merbabu ini menjadi favorit para pendaki karena memiliki jalur pendakian yang beragam dengan berbagai tingkat kesulitan. Merbabu memiliki empat jalur pendakian resmi yang sangat umum dikalangan pendaki, yaitu Thekelan, Cuntel, Selo dan Wekas. Jalur Thekelan merupakan jalur yang paling tua di Gunung Merbabu, yang dikemudian disusul dengan adanya jalur-jalur baru seperti Cuntel, Selo dan juga Wekas. Walaupun Gunung ini memiliki banyak jalur pendakian dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda, nantinya para pendaki akan tetap sampai ke puncak tertinggi gunung ini dengan ketinggian 3145 mdpl.
     Jalur Selo merupakan jalur yang paling panjang untuk mendaki Gunung Merbabu. Jalur ini berbeda dengan jalur lainnya dimana jalur ini menyajikan pemandangan yang sangat luar biasa indah. Di jalur ini terdapat sabana yang cukup luas yakni sabana satu dan sabana  dua. Sabana yang membentang luas ini akan terlihat menakjubkan bila para pendaki ini melakukan kegiatan pendakian pada pagi hari. Terlebih terdapat hutan edelweiss dan juga bukit-bukit berbunga yang tentunya akan terlihat indah apabila sedang bermekaran. Jalur ini tidak menyajikan sumber mata air bagi para pendaki yang akan melakukan kegiatan pendakiannya. Maka dari itu para pendaki harus menyiapkan persediaan air yang cukup. Kabut dan badai juga terkadang mucul secara tiba-tiba dijalur pendakian ini, sehingga pendaki dilarang mendirikan tenda. Jalur selo merupakan jalur yang memiliki banyak jalan yang bercabang dan juga tidak terdapat arah penunjuk jalan yang dapat membingungkan para pendaki, akan tetapi hal ini bukanlah masalah bagi para pendaki gunung. Pendaki dapat mengikuti jalan yang sekiranya terlihat seperti jalur yang sering dilewati. Karena para penduduk yang berada di sekitar Selo pun terkadang naik ke gunung untuk mengambil rerumputan yang terdapat di jalur ini.
     Jalur Thekelan merupakan jalur tertua yang terdapat di basecamp Gunung Merbabu. Jalur ini dimulai dari Desa Thekelan dimana desa ini dijadikan basecamp oleh pendaki. Keunggulan yang dimiiki jalur ini adalah adanya pos yang dapat memberikan informasi ataupun berbagai bantuan yang nantinya diperlukan oleh para pendaki Merbabu. Pos ini dapat ditempuh dengan melewati bumi perkemahan Umbul Songo.
       Kemudian jalur selanjutnya adalah Wekas. Wekas merupakan desa terakhir menuju puncak yang memakan waktu kira-kira enam hingga tujuh jam. Jalur ini merupakan jalur yang tidak terlalu berbahaya untuk dijadikan kegiatan pendakian. Jalur Wekas akan dapat ditempuh dengan berjalan melewati jalan yang berbatu sekitar tiga kilometer untuk dapat sampai ke pos pendakian. Jalur ini sangatlah populer dikalangan pendaki karena pada jalur ini terdapat banyak sumber air.
      Jalur resmi terakhir yang dapat dilalui oleh pendaki adalah Cuntel. Jalur menuju desa Cuntel ini adalah dengan melewati jalan yang berbatu. Basecamp Cuntel terletak diarea perkampungan warga. Jalur pendakian Cuntel ini melewati perbukitan yang menanjak dan jalan setapak berupa tanah yang kering.


      Pendaki dapat memilih untuk melewati salah satu dari keempat jalur tersebut. Walaupun Gunung Merbabu ini memiliki banyak jalur untuk ditempuh, akan tetapi nantinya para pendaki akan tetap sampai pada puncak tertinggi Merbabu. Segala jalur dari berbagai penjuru nantinya akan bermuara pada sebuah tanjakan yang sangat terjal serta jurang di sisi kiri dan kanannya. Tanjakan ini dinamakan Jembatan Setan. Kemudian kita akan sampai di persimpangan, ke kiri menuju Puncak Syarif dan ke kanan menuju puncak Trianggulasi yang merupakan puncak tertinggi dari Merbabu. Puncak tertinggi Merbabu ini menyajikan pemandangan yang sangat luar biasa. Pendaki seolah-olah berada ditengah-tengah Jawa Tengah. Puncak ini menyajikan pemandangan Gunung Merapi yang selalu mengeluarkan asapnya setiap saat dan terasa sangat dekat sekali dengan Gunung Merbabu. Dari arah lainnya pendaki akan dapat melihat Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro yang saling berdampingan satu sama lain layaknya Gunung Merbabu dan Merapi. Pemandangan Gunung Andong dan Gunung Telomoyo akan sangat dekat sekali, karena letak kedua gunung yang sangat berdekatan dengan Gunung Merbabu. Dari sisi lain terlihat pula Gunung Ungaran yang terletak di daerah Semarang yang memang salah satu perbatasan Kabupaten Magelang. Berlari kearah timur juga terdapat pemandangan yang indah, dimana akan nampak kemegahan Gunung Lawu.
     Tidak mengherankan bila Gunung Merbabu menjadi salah satu gunung primadona bagi Kabupaten Magelang. Status sebagai kawasan Taman Nasional pun juga memberikan nilai tambah sebagai lokasi kunjungan yang wajib disambangi oleh para pendaki gunung. Akan tetapi gunung bukan hanya untuk dinikmati keindahan alamnya saja, melainkan juga harus dilestarikan keberadaannya. Dengan tidak membuang sampah sembarangan, menjaga ekosistem dan lingkungan akan membantu untuk kelestarian alam di Gunung Merbabu ini. Agar kelak nanti anak cucu kita dapat menikmati keindahan alam seperti yang dirasakan saat ini.
                                                                                                                                                     _nirma_






Kamis, 04 Desember 2014

Sawan Berujung Malapetaka

Sawan Berujung Malapetaka



“Dalam berkendara, faktor keselamatan merupakan salah satu hal yang paling utama untuk diprioritaskan oleh pengendara. Resiko serta tingginya angka kecelakaan yang terjadi dijalan raya mengharuskan para pengendara untuk selalu fokus dan berhati-hati dalam setiap perjalanan. Jika hal tersebut tidak dilakukan, maka nyawa sang pengendara akan menjadi taruhannya.”
            Yogyakarta – Tere (21) terluka cukup parah ketika sepeda motor yang ia kendarai sendiri menabrak sebuah kotak peti mati disebuah jalan kecil daerah Demangan, Rabu malam (04/12) pukul 23.00.
Kejadian ini bermula ketika Tere bersama rekannya yang membawa motor sendiri-sendiri ini hendak pergi menghadiri acara ulang tahun temannya. Berdasarkan informasi yang diterima, kronologi kejadian tersebut adalah berawal dari pengendara yang menabrak sesuatu benda berbentuk kotak yang diduga merupakan sebuah peti mati yang berukuran sebesar tubuh kucing. Tere tidak menyangka bahwa dirinya akan mengalami hal yang diluar kendalinya. “Aku tuh lagi jalan bawa motor, nah tiba-tiba dari ujung mataku itu aku liat ada orang yang ngelemparin aku peti mati gitu. Peti nya pas banget ada di depan motorku. Aku ga sempet ngehindar, jadi aku nabrak peti itu.”
Menurut korban, kotak tersebut dilemparkan ke arah dirinya oleh pengendara lain. Akibatnya korban tidak dapat menghindar dan terjatuh. Namun setelah korban terjatuh, kotak peti mati tersebut tidak berwujud atau dapat dikatakan tidak ada sama sekali di tempat kejadian.”Aku beneran nabrak kok, orang bunyinya aja sampe kedengeran. Tapi yang jadi masalah adalah pada saat aku jatuh, kotak itu langsung tiba-tiba sssssttt menghilang. Orang yang ngelempar aku pun juga langsung ga ada. Aku juga ga bodoh kalo untuk menjatuhkan diri sendiri. Buat apa aku bikin celaka diriku sendiri,”terangnya.
Kecelakaan tunggal ini terjadi akibat halusinasi yang berlebihan atau yang biasa orang katakan sawan. Tere yang hampir pingsan dengan luka berlumuran darah akibat insiden kecelakaan ini dibawa oleh rekannya kerumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut.

Sabtu, 25 Oktober 2014

MENJADI SEORANG PENDAKI PEMULA :)

Tak pernah terfikirkan olehku sebelumnya untuk menjadi seseorang yang mencintai alam milik tuhan ini :)
Pengalaman pertama ku mendaki adalah GUNUNG LAWU yang terletak di perbatasan Jawa Timur ..